Advertisement
Bahaya Memelihara Anak Ayam Warna Warni Bagi Kesehatan Anak - Mungkin bukan hal asing lagi bagi kita di Indonesia, bila melihat anak ayam dengan warna warni mencolok, seperti merah, kuning, ungu atau dengan warna cerah lainnya, dijual oleh beberapa pedagang di sekitar sekolah, atau pun di pasar tradisional. 
Bahaya Memelihara Anak Ayam Warna Warni Bagi Kesehatan Anak
Bahaya Memelihara Anak Ayam Warna Warni Bagi Kesehatan Anak
Bukan tanpa alasan, dianggap dapat menarik perhatian anak-anak karena lucu dan menggemaskan, anak ayam warna warni mampu menjadi peluang menjanjikan bagi penjualnya untuk mendapatkan keuntungan, itu pula sebabnya mengapa ada pedagang yang justru sengaja berjualan anak ayam dengan dilumuri berbagai macam warna tersebut, di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh anak-anak.

Namun tahukah sahabat SpesialTips! sekalian, bahwa dibalik kelucuan dan kecerahan warna warni anak ayam yang dijual dengan harga murah itu, terdapat ancaman bahaya, khususnya bagi kesehatan anak-anak yang memeliharanya? Berkaitan dengan hal tersebut, maka redaksi SpesialTips! akan mencoba berbagi informasi tentang apa dan bagaimana bentuk dari bahaya memelihara anak ayam warna warni bagi kesehatan anak? Ikuti informasi selengkapnya berikut ini.

» Zat pewarna pada bulu anak ayam tingkatkan resiko menderita penyakit berbahaya
Umumnya anak ayam warna warni yang dijual oleh para pedagang, menggunakan bahan pewarna tekstil yang mengandung beberapa zat kimia berbahaya bagi kesehatan, bila masuk ke dalam tubuh manusia. Diantara beberapa kandungan zat dalam pewarna yang digunakan untuk mewarnai anak ayam yang dijual tersebut adalah Rhodamin B, dan Hydrogen peroxide, dimana kedua zat ini sangat berbahaya karena dapat menjadi salah satu zat pemicu penyakit kanker pada tubuh manusia. Sementara itu, potensi bulu anak ayam yang telah tercampur zat pewarna tersebut untuk terlepas, dan masuk ke dalam tubuh anak sangatlah besar, baik itu melalui saluran pernapasan, maupun melalui tangan si anak yang telah bersentuhan langsung dengan anak ayam tersebut.

» Anak ayam warna warni umumnya berasal dari jenis ayam yang rentan menjadi sarana penularan penyakit
Hampir dapat dipastikan, kebanyakan para pedagang anak ayam warna warni menggunakan ayam jenis broiler, karena harganya yang murah. Namun tahukah Anda bahwa, jenis ayam broiler ini merupakan jenis ayam yang rentan terhadap jenis penyakit berbahaya dan dapat menular pada manusia, misalnya saja seperti penyakit flu burung.

» Berdampak negatif terhadap sisi psikologi anak
Percaya atau tidak, dibalik lucunya anak ayam warna warni tersebut, ternyata dapat memberikan dampak negatif bagi sisi kejiwaan si anak. Hal ini disebabkan karena anak ayam dari jenis broiler rentan mati, akibat sering dipegang atau dimainkan oleh anak. Nah, bila si anak mengalami keadaan ini secara berulang, maka kematian si anak ayam akan dianggap hal yang biasa, dan dapat memengaruhi sisi empati anak. Bahkan dalam sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam buku berjudul Without Conscience: The Disturbing World of the Psychopaths Among Us, disebutkan bahwa empati yang hilang dan menjadikan hewan sebagai "mainan" oleh anak merupakan sebuah tanda awal potensi anak menjadi psikopat.

Melihat bahaya dari memelihara anak ayam warna warni bagi kesehatan anak di atas, maka disarankan kepada para orang tua, agar lebih mewaspadai kemunculan anak ayam warna warni yang diperjualbelikan di sekitar lingkungan sekolah anak dan tempat tinggal, guna menghindari ancaman gangguan kesehatan pada anak, melalui anak ayam warna warni tersebut.

Demikianlah informasi yang dapat redaksi SpesialTips! bagikan tentang bahaya memelihara anak ayam warna warni bagi kesehatan anak. Semoga informasi tersebut, dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi sahabat pembaca sekalian.

Advertisement

Post a Comment Blogger Disqus

  1. Itu tulisan sampean memang sudah cek keadaan dilapangan? Atau bapak ismail usman hanya membuat perspektif sendiri?
    Apa benar dampaknya begitu buruk untuk anak anak?
    Saya pernah membelikan anak saya anak ayam itu dan dia memiliki rasa tanggung jawab mengurus anak ayam itu bukan menjadi psikopat, dan anak saya sehat sehat saja, pewarnanya juga hilang ketika sudah ayam sudah besar, malah ketika saya akan memotong ayam itu, anak saya tidak rela. Berbanding terbalik dengan tulisan anda.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan ini saya rangkum dari berbagai macam sumber, bahkan tulisan ini berkaitan dengan salah satu tayangan informasi di televisi nasioanl, tentang dampak negatif (bahaya) dari anak ayam warna warni yang dijual... Dampak jangka pendek bagi kesehatan mungkin tak dapat langsung dirasakan, tapi racun-racun dalam bentuk zat tadi akan terakumulasi, seiring dengan seberapa sering anak terkontaminasi melalui cara yang dijelaskan di atas. Untuk tanda-tanda psikopat, telah dijelaskan berdasarkan buku ilmiah di atas, terkait dengan hilangnya rasa empati. :) nah bila anak bapak cahyo tidak mengalami keadaan seperti yang dikuatirkan itu, ya kami turut bersyukur :) informasi ini sengaja dibuat untuk membuka wawasan terkait kesehatan :) Semoga jawaban ini bisa memberi kejelasan :)

      Delete

Jadi Sahabat Spesial Dengan Memberikan komentar Bermanfaat :) Berbagi Itu Indah :)

Kamu Bisa Memilih Salah Satu Jenis Komentar Blogger Atau Disqus :) Di Spesial Tips

Harap tidak menggunakan link aktif

 
Top