Advertisement
Misophonia dan Phonophobia, Ketika Suara Menjadi "Pengganggu" - Apakah Anda pernah merasa terganggu dengan suara tertentu, dimana secara tiba-tiba suara tersebut, membuat Anda kesal (marah), atau mungkin suara itu justru terdengar menakutkan? Bila ya, boleh jadi Anda memiliki kemungkinan menderita gangguan yang disebabkan oleh suara, yaitu Misophonia dan Phonophobia.
Misophonia dan Phonophobia, Ketika Suara Menjadi "Pengganggu"
Misophonia dan Phonophobia, Ketika Suara Menjadi "Pengganggu"
Serupa namun tak sama, walaupun disebabkan oleh suara, namun kedua gangguan tersebut memiliki perbedaan mendasar, khususnya reaksi emosi yang diperlihatkan masing-masing penderita kedua gangguan tersebut. Nah, berdasarkan beberapa informasi dari berbagai macam sumber, redaksi SpesialTips! akan mencoba untuk berbagi pengetahuan, terkait dengan pengertian dan fakta unik lainnya tentang Misophonia dan Phonophobia, si "pengganggu" tubuh yang disebabkan oleh suara.

Misophonia
Berdasarkan hasil rangkuman redaksi SpesialTips! terhadap beberapa sumber informasi, dijelaskan Misophonia adalah gangguan neurologis dimana suara tertentu memicu munculnya emosi negatif, seperti marah dan kesal, dan juga disebut sebagai selective sound sensitivity syndrome (sindrom sensitifitas terhadap suara tertentu). Istilah Misophonia ini sendiri, ditemukan oleh ahli saraf dari Amerika, Pawel Jastreboff dan Margaret Jastrebof.

Misophonia, umumnya dialami orang seseorang saat mendengar jenis suara tertentu, yang diantaranya adalah suara mengunyah, suara menyeruput minuman, suara bersin orang lain, suara lagu atau nyanyian, suara orang menguap, suara dengkuran, suara tertawa, dan bahkan pada suara pada penyebutkan huruf konsonan tertentu. Selain itu, gangguan ini akan mengakibatkan si penderita mengalami gejala kesal ataupun marah, berkeringat, otot menjadi tegang  dan semakin cepatnya detak jantung. Dampak dari gangguan Misophonia dapat menjadi mengkhawatirkan, karena akan mengakibatkan kecemasan intens, dan perilaku menghindar yang dapat membawa si penderita pada penurunan kemampuan bersosialisasi.

Lantas bagaimana menangani gangguan Misophonia? Tak banyak hasil penelitian yang dapat menjadi acuan untuk menangani gangguan Misophonia. Umumnya para ahli lebih sering menggunakan terapi penambahan suara dengan alat tertentu yang menyerupai alat bantu dengar, dimana alat tersebut akan memunculkan pancaran suara, yang dapat menurunkan respon negatif terhadap jenis suara tertentu. Namun, bila terdapat diantara Anda yang memiliki gejala gangguan serupa dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat khusus tersebut, maka Anda dapat mencoba menggunakan suara kipas angin sebagai pengalih suara yang tak disukai.

Phonophobia
Jenis gangguan Phonophobia biasanya juga disebut dengan istilah sonophobia, yaitu gangguan fobia atau rasa takut yang berlebihan terhadap suara-suara tertentu, dimana rasa takut terhadap suara ini dapat juga bersumber dari suara si penderita sendiri.

Phonophobia (sonophobia) mengacu pada sensitifitas yang sangat tinggi seseorang, saat mendengarkan suara tertentu, dimana gangguan ini juga dapat menjadi salah satu diagnosis gejala sakit kepala sebelah atau migrain. Umumnya, gejala yang ditunjukkan seorang penderita Phonophobia saat mendengar suara tertentu, adalah rasa takut dan cemas yang berlebihan, terkadang disertai dengan mual bahkan muntah. Tak jarang, rasa takut tersebut dapat berujung pada kepanikan, untuk menjauhi sumber suara penganggu. Diketahui pula, gangguan fobia ini biasanya juga mengacu pada bentuk lain dari Misophonia ekstrim.

Cara menangani Phonophobia bukanlah hal mudah, karena hingga kini belum dijumpai obat yang ampuh untuk menyembuhkan fobia ini, dan biasanya obat yang disarankan hanyalah untuk mengurangi kecemasan (penenang). Disarankan bagi Anda yang memiliki gangguan Phonophobia, untuk melakukan konsultasi dengan tenaga ahli untuk melakukan terapi khusus untuk mengatasi kecemasan, dengan beberapa teknik terapi perilaku dan relaksasi.

Nah, demikianlah informasi singkat tentang  pengertian dan fakta unik dari dari gangguan Misophonia dan Phonophobia. Semoga informasi tersebut dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca SpesialTips! sekalian.
Advertisement

Post a Comment Blogger Disqus

Jadi Sahabat Spesial Dengan Memberikan komentar Bermanfaat :) Berbagi Itu Indah :)

Kamu Bisa Memilih Salah Satu Jenis Komentar Blogger Atau Disqus :)

Harap tidak menggunakan link aktif ...

 
Top