Advertisement
4 Alasan Kenapa Media Sosial Online Tak Seharusnya Digunakan Oleh Remaja - Siapa yang tak mengenal Facebook, Instagram, atau Twitter? Ya, hampir semua orang mengenal beberapa contoh media sosial online tersebut. Bahkan karena kepopulerannya, media sosial online saat ini juga telah banyak digunakan oleh para remaja.
4 Alasan Kenapa Media Sosial Online Tak Seharusnya Digunakan Oleh Remaja
4 Alasan Kenapa Media Sosial Online Tak Seharusnya Digunakan Oleh Remaja
Membahas fenomena penggunaan media sosial online di kalangan remaja, mungkin akan banyak kita temui orang tua yang justru mengijinkan anak-anak remaja mereka untuk memiliki satu atau bahkan lebih akun media sosial. Berdalih, bisa menjadi sarana memperkenalkan anak remajanya dengan teknologi, orang tua juga diketahui kerap memberikan ijin untuk menggunakan media sosial online karena menganggap sarana tersebut bisa memudahkan anak untuk bersosialisasi.

Sayangnya, tak banyak orang tua yang menyadari bila sebenarnya penggunaan media sosial online bagi remaja justru lebih banyak dampak negatifnya dibandingkan manfaat, misalnya saja seperti hasil temuan para ilmuwan yang mengungkap efek media sosial online yang bisa memicu masalah kecemasan, sampai dengan temuan maraknya tindak kejahatan pada remaja yang ditengarai bersumber dari aktivitas mereka di media sosial online.

Lantas, masih perlukah remaja menggunakan media sosial online? Berkaca dari dampak yang ditimbulkan di atas, tentunya media sosial online tak seharusnya digunakan oleh para remaja. Namun, bila bukti di atas belum cukup kuat dijadikan alasan menjauhkan anak remaja Anda dari media sosial online, maka berikut beberapa alasan lain yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi para orang tua sekalian.

4 Alasan Kenapa Media Sosial Online Tak Seharusnya Digunakan Oleh Remaja

1. Media sosial online tidak didesain untuk remaja
Disadari atau tidak, sebenarnya media sosial online tidak didesain untuk kalangan remaja, pasalnya penggunaan media sosial online membutuhkan tanggung jawab yang besar dan kedewasaan penggunanya. Misalnya saja dalam mengunggah atau menanggapi sebuah postingan baik foto atau status, tentu diperlukan kemampuan mengelola emosi agar postingan atau tanggapan yang dimunculkan di media sosial online tidak membawa masalah. Nah, bagi para remaja kemampuan tersebut masihlah terbatas, dan mengakibatkan mereka lebih berisiko untuk memposting hal-hal negatif tanpa disadari.

2. Ancaman tersembunyi dari teman di media sosial online
Secara umum, remaja pengguna media sosial online memiliki kecenderungan berpikir lebih banyak jumlah pertemanan akan lebih baik (membanggakan). Akibatnya, mereka bisa dengan mudah menerima orang asing untuk dikaitkan dalam jalinan pertemanannya, tanpa mempertimbangkan latar belakang orang asing tersebut. Bila sudah begini, tentu risiko anak remaja Anda dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan semakin besar. Bukankah tak sedikit diberitakan pelaku kejahatan yang terungkap menggunakan media sosial online sebagai sarana menjaring korbannya?

3. Media sosial online bisa menyebabkan kecanduan
Ada banyak hasil studi ilmiah yang berhasil mengungkap bagaimana seseorang sangat mungkin menjadi kecanduan dengan media sosial online dan sulit untuk menghindarinya. Nah, diketahui pula, bila remaja justru berisiko lebih besar untuk kecanduan menggunakan media sosial online dibandingkan orang dewasa.

4. Media sosial online mampu memengaruhi kemampuan bersosial remaja di dunia nyata
Penggunaan media sosial online yang terlalu sering bagi para remaja, disebutkan oleh salah seorang ahli psikologi Victoria L. Dunckley M.D dalam sebuah artikel ilmiah di Psychology Today, bisa mengakibatkan masalah yang tak kalah penting, yaitu memengaruhi kemampuan bersosial di dunia nyata, dimana remaja akan sulit membedakan perilaku yang harus dilakukan ketika berada di media sosial online dengan perilaku yang seharusnya di dunia nyata.

Dari beberapa alasan dan penjelasan di atas, dapat diketahui bila media sosial online pada dasarnya merupakan sarana sosial khusus bagi orang dewasa dengan kemampuan mental yang lebih dewasa pula. Oleh sebab itu, orang tua perlu lebih bijaksanan kembali untuk tak memberikan ijin menggunakan media sosial online kepada anak remajanya, agar terhindar dari dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari media sosial online.


Demikianlah informasi yang dapat SpesialTips! bagikan kali ini, semoga saja sajian tersebut bisa bermanfaat bagi sahabat pembaca sekalian.

Advertisement

Post a Comment Blogger Disqus

Jadi Sahabat Spesial Dengan Memberikan komentar Bermanfaat :) Berbagi Itu Indah :)

Kamu Bisa Memilih Salah Satu Jenis Komentar Blogger Atau Disqus :) Di Spesial Tips

Harap tidak menggunakan link aktif

 
Top