-->

Bakteri di dalam Mulut, Alasan Lain Mengapa Makanan Mampu Memicu Terjadinya Migrain

Advertisement
Bakteri di Dalam Mulut Juga Mampu Memengaruhi Jenis Makanan Dengan Kandungan Senyawa Tertentu Untuk Memicu Migrain - Banyak artikel dan tulisan yang menyebutkan bahwa jenis makanan tertentu dapat menjadi pemicu migrain atau sakit kepala sebelah, dari keju, daging olahan, sayuran berdaun hijau, hingga makanan beku. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata tidak semata-mata hanya dipicu oleh jenis makanan saja, akan tetapi jumlah bakteri di dalam mulut seseorang juga menjadi alasan lain mengapa jenis makanan itu bisa memicu sakit kepala sebelah, alias migrain.
Bakteri di dalam Mulut, Alasan Lain Mengapa Makanan Mampu Memicu Terjadinya Migrain
Bakteri di dalam Mulut
Alasan Lain Mengapa Makanan Mampu Memicu Terjadinya Migrain
Membahas lebih jauh hubungan makanan dan migrain, ternyata baru-baru ini para ilmuwan dari University of California San Diego School of Medicine melalui studi ilmiahnya, berhasil mengungkap sebuah fakta mengejutkan yang menjelaskan bahwa jumlah bakteri di dalam mulut penderita migrain, mampu menjadi alasan lain mengapa makanan bisa menjadi pemicu terjadinya migrain.

Perlu diketahui oleh sahabat pembaca SpesialTips!, studi yang juga telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah mSystems tersebut, juga mendapati perbedaan jumlah bakteri antara penderita migrain dan orang yang tak pernah mengalami salah satu jenis sakit kepala ini. Adapun pada penderita migrain, jumlah bakteri spesifik dengan kemampuan unik, untuk mengubah senyawa nitrat menjadi nitrit oxide (nitrit oksida), yaitu senyawa yang ditengarai sebagai pemicu terjadinya sakit kepala. Tentunya, semakin besar jumlah bakteri dengan kemampuan mengubah senyawa nitrat menjadi nitrit oxide, maka akan makin tinggi pula risiko seseorang untuk menderita migrain.

Nah, pada jenis makanan tertentu yang disebut-sebut mampu memicu migrain, diantaranya keju, daging olahan, sayuran berdaun hijau, ternyata memiliki kandungan nitrat tinggi. Ditambah dengan jumlah bakteri spesifik yang banyak di dalam mulut orang dengan riwayat migrain, maka hampir dapat dipastikan makanan tersebut akan memicu kembalinya serangan sakit kepala sebelah, alias migrain.

Walaupun mampu mengungkap hubungan antara pengaruh bakteri di dalam mulut terhadap makanan untuk memicu terjadinya migrain, hasil studi ini belum bisa membuktikan lebih lanjut, apakah bakteri dengan kemampuan unik itu dapat secara langsung menjadi penyebab migrain pada seseorang. Hanya saja oleh Antonio Gonzalez, sebagai salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam studi terbaru tersebut, disarankan agar orang-orang dengan riwayat migrain menghindari jenis makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi.


Demikianlah informasi tentang hasil studi ilmiah yang berhasil mengungkap pengaruh bakteri di dalam mulut terhadap makanan yang mampu memicu terjadinya migrain. Semoga informasi tersebut bisa menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat untuk sahabat pembaca SpesialTips! sekalian.
Advertisement
LihatTutupKomentar