Advertisement
Apakah Dia Orang Yang Tepat? Ini Dia Solusi Unik Untuk Menjawabnya - Pengalaman buruk saat menjalani hubungan dan berakhir dengan perpisahan, mungkin saja dapat memberikan dampak trauma bagi beberapa orang untuk memulai sebuah hubungan yang baru, khususnya guna mencari pasangan hidup. Akibatnya, rasa ragu kerap datang dan memunculkan sebuah pertanyaan klasik yang selalu menghantui serta menempatkan diri dalam posisi dilematis, 'Apakah dia orang yang tepat?'
Apakah Dia Orang Yang Tepat
Apakah Dia Orang Yang Tepat?
Ya, pertanyaan pendek namun mampu membuat seseorang sampai merasa tak enak makan, dan tak nyenyak tidur, hingga tak sedikit dapat membuat hidup orang yang tak kunjung tenang bila belum menemukan jawabannya, layaknya penderita ambeien ditambah komplikasi diare, gelisah tak berkesudahan, untuk segera mendapatkan petunjuk dalam menentukan keputusan, terkait apakah orang yang sedang dihadapinya adalah orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup.

Sialnya, tak ada satu orang pun di dunia yang bisa memastikan bahwa orang yang kita pilih merupakan orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup. Sampai sedemikian misteriusnya, membuat urusan menentukan pilihan pasangan hidup, disebut sebagai salah satu rahasia terbesar dalam hidup manusia, dan hanya Tuhan-lah yang tahu kepastian tersebut.

Namun, bukan berarti tak dapat dikenali, mengambil pelajaran dari pengalaman orang-orang di sekitar kita yang 'sukses' membina hubungan dengan pasangan hidupnya, ternyata terdapat beberapa nilai yang bisa dijadikan petunjuk sebagai solusi untuk menjawab pertanyaan 'apakah dia orang yang tepat?' dan menambah keyakinan guna mengambil sebuah keputusan. Apa dan bagaimana petunjuk tersebut? Ikuti rangkuman selengkapnya berikut ini.

» Buat daftar kriteria yang masuk akal
Tak jarang, rasa ragu dan bimbang dalam menjatuhkan pilihan, hadir disebabkan karena kita sendiri tak memiliki standar yang pasti terkait dengan orang seperti apa yang kita inginkan, analoginya sederhana saja, bila ingin membangun sebuah bangunan yang kokoh, maka perlu jenis dan jumlah bahan yang sesuai untuk mewujudkannya. Nah, tak jauh berbeda dengan perkara mencari pasangan hidup, guna mendapatkan pilihan yang diinginkan, maka menentukan kriteria adalah hal 'wajib' untuk dilakukan. Catatan penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan kriteria tersebut, yaitu kriteria yang dibuat haruslah masuk akal, dan sesuai dengan keadaan diri kita alias tidak mengada-ada, misalnya saja bila Anda termasuk orang yang termasuk dalam kategori wajah 'seadanya' dan ekonomi pas-pasan, maka jangan pernah memasukkan kriteria pasangan yang rupawan dan kaya, karena untuk mewujudkannya mungkin dukun ahli pelet pun akan menyerah. Disarankan pula agar tidak menjadikan fisik sebagai kriteria utama, alasannya mudah saja, karena semua akan hilang oleh waktu.

» Apakah dia memiliki beberapa nilai yang sesuai dengan kriteria yang dibuat
Setelah membuat kriteria (yang masuk akal), maka coba bandingkan apakah dia yang Anda hadapi saat ini, mempunyai beberapa nilai yang sesuai dengan kriteria yang telah dibuat. Walaupun tak dapat menjadi jaminan langgengnya hubungan yang nantinya dijalani, setidaknya hal tersebut dapat menjadi dorongan tersendiri, serta mengurangi kemungkinan munculnya penyesalan dengan alasan dia tak sesuai dengan harapan (kriteria) yang dibuat, di kemudian hari.

» Dia membawa perubahan ke arah lebih baik
Menjatuhkan pilihan pada perkara pasangan hidup, berkaitan erat dengan efek yang ditimbulkan oleh pasangan yang Anda pilih. Sebagai salah satu petunjuknya, maka analisa terlebih dahulu, apakah selama ini kehadiran si dia membawa perubahan ke arah lebih baik pada diri Anda atau malah sebaliknya. Karena sejatinya, semua orang pasti mengharapkan hal-hal baik dalam hidupnya, jadi orang yang dapat membawa perubahan diri kita menjadi lebih baik, secara tidak langsung merupakan bagian harapan tersebut.

» Seberapa besar dia memperjuangkan diri kita dan hubungan
Tidak mungkin tidak, keputusan dalam menentukan pilihan pasangan hidup akan dipengaruhi dengan apa yang telah diperjuangkan oleh si dia untuk mewujudkan hubungan antara kita dan dirinya. Banyak contoh nyata, bagaimana sebuah hubungan berakhir dengan 'tragis' dan berujung pada perpisahan, sebabnya karena salah satu pasangan berkeyakinan 'jodoh pasti bertemu, jadi santai saja' atau 'waktu akan menjawabnya, jalani saja dulu'. Hal ini menunjukkan keinginan yang rendah atau bahkan cenderung tak berusaha sama sekali untuk memperjuangkan hubungannya. Bila Anda menjumpai orang dengan ciri seperti ini, maka hampir bisa dipastikan, dia bukanlah pilihan yang tepat.

» Yakinkan pula pada diri, bahwa kita merupakan orang yang tepat untuknya
Mungkin sedikit membingungkan, tapi apakah kita juga benar-benar mengharapkan si dia, juga menjadi alasan mendasar mengapa muncul keraguan dan bertanya 'apakah dia orang yang tepat?'. Sederhananya, bila kita berharap pada seseorang, maka butuh keyakinan yang kuat dari dalam diri sendiri, sebagai bagian dari usaha mendapatkan orang yang tepat. Bila kita sendiri tidak yakin dengan apa yang diinginkan, apa pantas pula kita berharap orang lain akan memiliki keyakinan, untuk menjadikan dirinya sebagai 'orang yang tepat' bagi kita? Tentu tidak.

Sejatinya keraguan dalam menentukan pilihan pasangan hidup, merupakan hal yang lumrah. Hal ini muncul karena adanya kekhawatiran, terkait dengan dapat atau tidaknya meraih kebahagiaan dalam jalinan hubungan bersama pasangan yang telah dipilih. Tak ada yang pasti di dunia, oleh sebab itu semua harus diwujudkan dengan keyakinan, dan usaha.

Demikianlah informasi yang dapat SpesialTips! bagikan kali ini, semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi sahabat pembaca sekalian.
Advertisement

Post a Comment Blogger Disqus

Jadi Sahabat Spesial Dengan Memberikan komentar Bermanfaat :) Berbagi Itu Indah :)

Kamu Bisa Memilih Salah Satu Jenis Komentar Blogger Atau Disqus :)

Harap tidak menggunakan link aktif ...

 
Top