-->

Alasan Ilmiah Mengapa Orang Tua Perlu Menghindari Pujian 'Pintar' Kepada Anak

Advertisement
Alasan Ilmiah Mengapa Orang Tua Perlu Menghindari Pujian 'Pintar' Kepada Anak - Memiliki anak dengan kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah, boleh jadi merupakan harapan semua orang tua di dunia kepada anak mereka. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata satu kata pujian kepada anak , saat mereka kecil dapat menjadi "tembok penghalang" terbesar bagi mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang diharapkan tersebut.
Alasan Ilmiah Mengapa Orang Tua Perlu Menghindari Pujian 'Pintar' Kepada Anak
Hindari Pujian 'Pintar' Kepada Anak
Adalah pujian yang sering diucapkan oleh hampir kebanyakan orang tua, yaitu dengan menyebut anak mereka pintar di saat si anak sedang melakukan suatu usaha, atau sesaat setelah berhasil melakukan usaha. Walaupun dianggap oleh kebanyakan orang, berguna untuk membangun rasa percaya diri, akan tetapi pujian 'pintar' pada anak, justru dapat menjadi sebuah kata yang dapat mematikan (menghentikan) keinginan anak untuk berusaha lebih baik.

Belum percaya? Bukan tanpa alasan, berdasarkan informasi yang dikutip dari independent.co.uk dari hasil wawancara terhadap Dr Sam Wass, seorang ahli psikologi dari University of East London dan Cambridge University, mengungkapkan bahwa seharusnya para orang tua memberikan pujian yang sifatnya dapat mendorong anak untuk lebih berusaha, dibandingkan dengan memberikan pujian dengan menyebut pintar pada anak. Pendapat senada juga disebutkan oleh Dr. Carol Dweck, selaku ilmuwan masalah motivasi terkemuka di Amerika Serikat, diungkapkann pula olehnya sebuah teori tentang pola pikir yang didapatkan dengan memberikan pujian, dimana pujian yang terhadap usaha (kerja keras) yang dilakukan berkaitan erat dengan pola pikir berkembang (growth mindset), sementara itu pujian dengan menyebut anak pintar memiliki keterkaitan dengan pola pikir tetap (fixed mindset).


Diperkuat dengan hasil penelitian Dr. Carol Dweck pada tahun 2007, terhadap 373 siswa kelas 7, dimana didapati bahwa anak-anak yang didorong dengan metode pola pikir tetap (fixed mindset) cenderung mengalami penurunan nilai matematika dalam waktu lebih dari dua tahun, dan berbanding terbalik dengan hasil yang ditunjukkan oleh anak-anak yang dipuji dengan metode pola pikir berkembang (growth mindset). Hal ini dikarenakan pola pikir tetap membuat anak merasa tak perlu lagi untuk mengembangkan apa yang ada dalam diri mereka, beda halnya dengan anak-anak dengan pola pikir berkembang dimana pola pikir ini membuat anak akan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan usaha mereka.

Dari penjelasan dan bukti di atas, dapat disimpulkan bahwa memberikan pujian terhadap usaha dan kerja keras mereka, dapat bermanfaat menjadi motivasi bagi pola pikir anak untuk mau terus berusaha, bila dibandingkan dengan memberikan pujian 'pintar' kepada mereka. Nah, keadaan ini pastinya dapat memengaruhi secara langsung terhadap pembentukan pribadi anak untuk menjadi lebih tangguh dan pantang menyerah pada setiap usaha anak mencapai tujuan.

Demikianlah informasi singkat yang dapat redaksi SpesialTips! bagikan kali ini. Semoga informasi di atas dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Advertisement
LihatTutupKomentar